memoirs of me

“Life is too short to be wasted in finding answers. Enjoy the questions!”
— Paulo Coelho (via kari-shma)

(via quote-book)

rules of friendship

1. the first point of friendship’s rules is: NOT ALL OF YOUR FRIENDS ARE YOUR FRIENDS. too much FAKER, TWO-FACES, be your “friend” because of interest aspect, etc. why i said these? because i also through these all. well, lemme honest that i don’t have any best friend. BULLSHIT that if we called it best friend, they are fiction, just in your mind, there is no best friend in my words. hahaha, seem so pathetic, right? they are close to you when you fulfill their interests, and far away when you make them so sad or you make them through the difficulties while you want to help your other friends.

2. choose who’s worth it to be your close friends, not your BEST friend. be selective yet be sociable.

3. don’t depend too much with your friends, just because you already through many things with them, doesn’t mean that you should give all your time and give your life to decided by them. you OWN your life!

4. respect them, cherish them but don’t sacrifice yourself too much for them. this is our life, we decide everything that relating to our life. your friends should be your supporters in your life. they don’t have any sovereignty or rights to intervene your life.

5. not all of your friends worthy to suffer together with you and deserve your kindness and tears. when you need them, sometimes they aren’t there to help you, give their shoulder for you to cry on. maybe you think that the friends who spending their time with you the most are your close friends, well you may assume that. but don’t be surprise if someday they are not that close to you again. life has changed, dude!

look so pathetic isn’t it? but i already through many things in friendships, and the friendship in college is the hardest. this is real if you wanna believe it or not :)

“we endure the wound in heart that isn’t as easy as like we endure the sore physically”
— LA
one and only

Hari itu, ya hari di mana untuk pertama kalinya lagi kita bertemu setelah sekian lamanya kau menghilang, tak menampakkan batang hidungmu di saat aku membutuhkanmu, di saat aku jatuh, di saat aku tertatih. 

Dulu kita pernah bersama-sama, melewati malam sambil tertawa kecil, memori kebersamaan kita kembali berputar di dalam benakku, betapa indahnya kisah kita dahulu.

Kini kau datang, seolah membawa kembali hatimu yang dulu pernah meninggalkan bekas luka teramat dalam.  Aku bimbang, di saat aku lemah dan jatuh, kau tak ada di sisiku untuk menawarkan kesembuhan. Di saat kau jatuh, di sisimu lah aku selalu berada. Namun sekarang? Bagai kilat kini kau kembali lagi, membayangi kembali hidupku, hati ini yang kau hempas dengan segala luka.

Di saat kau datang, rasa yang dulu telah hilang kini bersemi kembali, jujur kau adalah salah satu yang terbaik yang pernah ada, namun haruskah aku jatuh pada cintamu lagi? Dan aku tahu dulu kau pernah menyakitiku, tapi mengapa saat aku melihatmu lagi hatiku berdebar sama seperti dulu ketika pertama kali aku melihatmu? Apakah rasa itu masih ada? Meski hati ini sudah tercabik-cabik oleh permainanmu?

Satu yang aku inginkan.. jika ternyata hatiku masih ada untukmu, jagalah ia yang rentan, yang dulu pernah kau mainkan.

Saat di mana pandangan kita bertemu lagi setelah lamanya waktu memisahkan kita, aku tidak percaya masih dipertemukan denganmu, apakah ini takdir? Rasanya seperti dipermainkan nasib. Kau muncul di saat aku mulai sembuh, di saat hatiku tak lagi tawar. Kau bawa lagi luka itu ke dalam memoriku, namun aku tahu, hatiku masih untukmu, percayalah. Dan aku yakin bahwa begitupun dengan hatimu, masih ada relung bagiku di hatimu.

Simpanlah rasa itu, karena bagaimanapun, meski  hati ini masih menyimpan rasa untukmu, aku tidak mau lagi jatuh untuk kedua kalinya, kau tidak tahu bagaimana rasanya disakiti, jadi.. simpanlah rasa itu, masing-masing dari kita, bahwa nasib tidak berpihak pada kita, bahwa pada kenyataannya kau memang bukan untukku, dan begitupun sebaliknya. Sekuat apapun kau memohon padaku, aku tidak cukup bodoh untuk kembali memberikan hatiku yang dulu pernah kau tikam. Jadi, pergilah..

kembalilah seperti di saat kita tak bersama lagi, karena mungkin itu yang terbaik. Kau dan aku, tidak ada lagi sesuatu di antara kita, semuanya telah selesai, penyesalanmu terlalu terlambat.  Pergilah wahai pemilik hati ini, meski engkau yang terbaik, aku yakin suatu saat akan ada yang menyembuhkanku, mengisi kekosongan hati yang tak sanggup kau isi lagi.

Pergilah, meski hati ini masih ada untukmu sebenarnya, tapi aku yakin, kita diciptakan untuk tidak bersama. Terima kasih wahai pujangga hatiku, kutitipkan kenangan indah yang dulu pernah kita simpan, yang pernah kita alami,  sampai akhirnya kita akan lupa, dan menganggap tidak pernah terjadi apa-apa di antara kita. Selamat tinggal engkau, yang masih dan sepertinya akan selalu ada di hatiku yang terdalam. Kau masih yang terbaik.

22-5-2012

“These wounds won’t seem to heal
This pain is just too real
There’s just too much that time cannot erase”
— My Immortal - Evanescence
“This is the part of me that you’re never gonna ever take away from me”
— Katy Perry - Part of Me
i hate the feeling to fall easily. what an idiot heart :(

i hate the feeling to fall easily. what an idiot heart :(

(Source: bestlovequotes, via sayingimages)